Sujudku hanya untuk-Mu
Langit terlihat iri pada kita mas, sepertinya
mereka membutuhkan teman untuk berbagi. Layaknya aku dengan mu mas, takdir
selalu berpihak pada kita, mas khalaf. Iya benar, aku kini telah menjadi teman
hidupnya Abdullah Khalaf. Seorang yang telah mengikatkan aku dengan cinta yang
suci, sesuci air wudhu yang menetesi kening ini di saat aku besujud di
hadapan-Nya. Tak pernah aku bayangkan
bagaimana Tuhan menakdirkanmu untukku, kau ingat ketika kita bertemu, sebuah
pertemuan yang singkat, namun bisa menguatkan cinta yang ada dihati ini. Dan pada
akhirnya, kau mengkhitbahku. Serta menikahiku setelah tiga bulan kita mengenal.
Terkadang aku tersenyum dilayar leptopku ini, bagaimana mungkin,,, hanya
membutuhkan waktu tiga bulan saja kau dengan mantapnya menikahiku.
“sayang, kau dimana?”
“aku diruangan kerjamu, mas. Ada apa?”
“tidak” dia memelukku dari belakang.
“aku lapar sayang, bisa kah kita
makan?”
“baiklah,” tunggu,,, dia menarik
lenganku
“kamu lagi menulis tentang kita yah,”
“embbb, iya” tersenyum
“Mas, aku boleh tanya?”
“Silahkan,cantik”
“kau tidak marahkan padaku, jika aku
menulis kisah kita”
“hahahaha, kenapa aku harus marah..”
“eh, aku lagi tanya serius nih”
“iya, aku minta maaf deh… Rianti aku
sama sekali tak marah padamu, tentang hobimu itu. Sebelum aku memutuskan aku
akan menikah denganmu, aku telah tahu apa kesukaanmu. Apa hal yang kamu tidak
sukai dan lainnya yang ada pada dirimu. Serta aku telah meminta keputusan
Robbku dalam sujudku disepertiga malam-Nya. Aku tak masalah dengan hal itu
semasih kamu mampu menjaga apa yang seharusnya tidak boleh kau tulis dalam
karyamu itu. Dan selama ini aku diam-diam membaca semua karyamu, dan aku tak
pernah menemukan hal itu dalam karyamu. Lagi pula membahagiakan istri adalah
kewajibanku rianti. Karna kamu adalah tanggungjawabku dunia dan akhirat, serta
kamulah tempatku berbagi, setelah aku berbagi pada Allah. Sudah cukupkah
penjelasanku, sayang.”
“Dengan tatapan penuh cinta-Mu ya
Robbi, aku bersyukur Kau memberiku sosok suami yang aku butuhkan, sosok suami
yang selalu berusaha membuatku bahagia, maka sanggupkanlah suamiku untuk selalu
membahagiakanku untuk menuju syurga-Mu, Aamiin” . doaku dalam hati
“Rianti Salsabila, mengapa kau diam,
apa ucapanku ada yang menyinggungmu. Ya Allah maafkan aku, sayang maafkan aku.”
“tidak, Mas.. aku hanya terharu
saja.”
Dia menatapku dengan cintanya, cinta
yang selalu membuatku bahagia didekatnya. Serta selalu bersyukur kepada
nikmat-Nya.
“mas, terimakasih telah menjadikanku
seorang istri untukmu.”
“jangan berterimaksih padaku Rianti,
tapi berterimakasilah kepada Allah. Karna dengan takdir-Nya lah aku kini bisa
menjadi seorang suami untukmu.”
Kalau begitu, hayo kita makan. Perutku
sudah kelaparan dan selesai makan, kita sama sama berterimaksih pada-Nya dengan
bersujud kepada-Nya, atas nikmat yang sudah Allah berikan pada kita.
“baiklah”.
****
Ihh sedih ah :'3
BalasHapus