Minggu, 20 November 2016

cerpen



Sujudku hanya untuk-Mu


Langit terlihat iri pada kita mas, sepertinya mereka membutuhkan teman untuk berbagi. Layaknya aku dengan mu mas, takdir selalu berpihak pada kita, mas khalaf. Iya benar, aku kini telah menjadi teman hidupnya Abdullah Khalaf. Seorang yang telah mengikatkan aku dengan cinta yang suci, sesuci air wudhu yang menetesi kening ini di saat aku besujud di hadapan-Nya.  Tak pernah aku bayangkan bagaimana Tuhan menakdirkanmu untukku, kau ingat ketika kita bertemu, sebuah pertemuan yang singkat, namun bisa menguatkan cinta yang ada dihati ini. Dan pada akhirnya, kau mengkhitbahku. Serta menikahiku setelah tiga bulan kita mengenal. Terkadang aku tersenyum dilayar leptopku ini, bagaimana mungkin,,, hanya membutuhkan waktu tiga bulan saja kau dengan mantapnya menikahiku.


“sayang, kau dimana?”

“aku diruangan kerjamu, mas. Ada apa?”

“tidak” dia memelukku dari belakang.

“aku lapar sayang, bisa kah kita makan?”

“baiklah,” tunggu,,, dia menarik lenganku

“kamu lagi menulis tentang kita yah,”

“embbb, iya” tersenyum

“Mas, aku boleh tanya?”

“Silahkan,cantik”

“kau tidak marahkan padaku, jika aku menulis kisah kita”

“hahahaha, kenapa aku harus marah..”

“eh, aku lagi tanya serius nih”

“iya, aku minta maaf deh… Rianti aku sama sekali tak marah padamu, tentang hobimu itu. Sebelum aku memutuskan aku akan menikah denganmu, aku telah tahu apa kesukaanmu. Apa hal yang kamu tidak sukai dan lainnya yang ada pada dirimu. Serta aku telah meminta keputusan Robbku dalam sujudku disepertiga malam-Nya. Aku tak masalah dengan hal itu semasih kamu mampu menjaga apa yang seharusnya tidak boleh kau tulis dalam karyamu itu. Dan selama ini aku diam-diam membaca semua karyamu, dan aku tak pernah menemukan hal itu dalam karyamu. Lagi pula membahagiakan istri adalah kewajibanku rianti. Karna kamu adalah tanggungjawabku dunia dan akhirat, serta kamulah tempatku berbagi, setelah aku berbagi pada Allah. Sudah cukupkah penjelasanku, sayang.”

“Dengan tatapan penuh cinta-Mu ya Robbi, aku bersyukur Kau memberiku sosok suami yang aku butuhkan, sosok suami yang selalu berusaha membuatku bahagia, maka sanggupkanlah suamiku untuk selalu membahagiakanku untuk menuju syurga-Mu, Aamiin” . doaku dalam hati

“Rianti Salsabila, mengapa kau diam, apa ucapanku ada yang menyinggungmu. Ya Allah maafkan aku, sayang maafkan aku.”

“tidak, Mas.. aku hanya terharu saja.”

 Dia menatapku dengan cintanya, cinta yang selalu membuatku bahagia didekatnya. Serta selalu bersyukur kepada nikmat-Nya.

“mas, terimakasih telah menjadikanku seorang istri untukmu.”

“jangan berterimaksih padaku Rianti, tapi berterimakasilah kepada Allah. Karna dengan takdir-Nya lah aku kini bisa menjadi seorang suami untukmu.”

Kalau begitu, hayo kita makan. Perutku sudah kelaparan dan selesai makan, kita sama sama berterimaksih pada-Nya dengan bersujud kepada-Nya, atas nikmat yang sudah Allah berikan pada kita.

“baiklah”.



****

1 komentar: